Thursday, July 13, 2017

10 Fakta Ekstrim yang Tidak Anda Ketahui Tentang Penerbangan Internasional


Melakukan perjalanan ke luar negeri dengan menaiki pesawat terbang adalah hal lazim yang dilakukan banyak orang. Dan tahukah Anda bahwa dalam penerbangan internasional, ternyata ada fakta-fakta ekstrim yang tidak diketahui banyak orang.

Berikut ini adalah 10 fakta ekstrim yang terdapat dalam penerbangan internasional yang wajib Anda ketahui :

1. TIDAK SEMUA PERBAIKAN PESAWAT DILAKUKAN SAAT ITU JUGA
Sudah menjadi standar operasional bagi semua maskapai penerbangan untuk melakukan pengecekan secara keseluruhan guna memastikan kelayakan pesawat sebelum mengudara. Dan jika ada masalah malfungsi pada pesawat (misalnya masalah pada rem, sistem hidrolik, baling-baling, dan lain-lain), maka pesawat tersebut wajib diperbaiki dahulu sebelum disetujui untuk terbang.

Tapi percaya atau tidak : Tidak semua masalah malfungsi pesawat selalu diperbaiki saat itu juga sebelum pesawat mengudara.

Oke... Jangan panik dahulu.

Dalam Standar Kerja semua Maskapai Penerbangan Dunia, mereka selalu membagi masalah pesawat dalam 2 kategori : Masalah Mayor dan Minor. Masalah Mayor adalah masalah yang terjadi pada pesawat yang sangat membahayakan kondisi pesawat sehingga dinyatakan tidak boleh terbang sebelum masalah pesawat tersebut diperbaiki.

Sedangkan Masalah Minor adalah masalah yang terjadi pada pesawat tetapi dalam taraf yang bisa ditoleransi dan tidak membahayakan pesawat. Jadi meski ada masalah pada pesawat, tetapi jika konteksnya minor, pesawat masih tetap bisa terbang.


2. MENU MAKAN PILOT, CO-PILOT, DAN PENUMPANG BEDA
Sudah menjadi rahasia umum jika makanan yang disediakan untuk Penumpang dan Pilot berbeda. Hal ini wajar, mengingat tugas Pilot dalam membawa pesawat terbilang cukup berat (terutama jika harus menerbangkan pesawat untuk jarak tempuh yang sangat jauh). Karena itu mereka butuh makanan yang cukup baik untuk membantu menjaga stamina mereka.

Tetapi tahukah Anda kalau ada beberapa Maskapai Penerbangan Internasional yang juga membedakan Makanan untuk Pilot dan Co-Pilot?

Ya... Pasca banyaknya aksi pembajakan dan sabotase pesawat, maka beberapa Maskapai memberlakukan aturan untuk membedakan makanan untuk Pilot dan Co-Pilot. Alasannya cukup sederhana : Apabila salah seorang dari mereka keracunan, maka seorang yang lain akan tetap bisa mengemudikan pesawat.

Guna memastikan makanan mereka tidak beracun, maka makanan itu disediakan secara terpisah, dan diinspeksi dengan sangat teliti oleh tim khusus. Bahkan saat penyajian makanan di pesawat pun harus disajikan oleh orang tertentu. Jadi tidak bisa sembarang Pramugari atau Pramugara yang membawakan makanan untuk Pilot dan Co-Pilot.



3. JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN GEMBOK UNTUK MENGUNCI TAS BAGASI ANDA
Belakangan ini pencurian barang di tas bagasi makin marak. Kejadian ini terjadi di hampir semua negara. Jadi jangan dikira lantaran Anda pergi ke negara Eropa yang mayoritas orangnya "jujur" maka barang bagasi Anda pun aman. Nyatanya di mana pun, selalu saja ada Kejahatan yang mengintai.

Mayoritas orang menyadari hal itu dan memutuskan untuk menggembok tas bagasi mereka. Sayangnya, gembok ternyata sudah tidak mungkin lagi berguna untuk melindungi tas bagasi Anda dari tangan-tangan jahil orang tidak bertanggung jawab. Dengan sedikit keahlian, mereka mampu menjebol tas bagasi Anda hanya dalam hitungan detik, meski pun sudah digembok. Kuncinya adalah pada zipper (risliting) yang cara kerjanya saling kait-mengait (interlock) yang sangat mudah dibongkar dan dipasang kembali.

Belakangan sudah banyak perusahaan tas yang menciptakan Tas Bagasi Anti Maling (Anti-Theft Luggage) yang membuat barang bawaan Anda aman dari orang yang mencoba membongkar isi tas Anda. Tas tersebut dilengkapi pelindung Zipper yang menutupi zipper sehingga menyulitkan orang membongkar zipper tersebut. Selain itu bagian depan tas biasanya menggunakan bahan Poly-fiber yang tahan banting dan sobek, sehingga membuat tas Anda sangat kokoh dan tidak mudah dirusak orang.

Jadi, jika ingin perjalanan ke luar negeri Anda aman, gunakanlah tas anti-maling yang mumpuni.



4. MENGAPA MEROKOK DILARANG DI DALAM PESAWAT? 
Jika Anda naik pesawat - entah domestik maupun internasional - selalu ada instruksi agar Anda tidak merokok. Jika ada penumpang yang kedapatan merokok, maka akan diturunkan dari pesawat (jika pesawat belum mengudara).

Mengapa orang tidak boleh merokok di pesawat? Dulu, alasan orang tidak boleh merokok di pesawat karena pesawat terbuat dari bahan yang ringan dan tipis, sehingga dikuatirkan sisa rokok dapat mempenetrasi bahan tersebut dan menimbulkan kebakaran bahkan ledakan di dalam pesawat.

Namun kini, pesawat telah dibuat dengan bahan yang tebal dan kuat. Kalau demikian, mengapa orang masih tetap tidak boleh merokok di pesawat?

Alasan sebenarnya adalah : Di dalam pesawat terdapat filter udara yang secara konstan memfilter karbon-dioksida menjadi oksigen agar Penumpang tetap nyaman bernafas selama di dalam pesawat yang tertutup rapat. Filter ini menyatu dengan AC yang juga secara konstan menyala sepanjang penerbangan. Apa jadinya jika ada orang merokok di pesawat?

Anda sudah bisa menjawabnya sendiri : Asap akan mengganggu filter udara tersebut, sehingga udara kotor tidak dapat diubah menjadi oksigen. Akibatnya akan menjadi fatal : Para Penumpang akan mengalami keracunan gas selama di dalam pesawat.

Jadi ingat : Jangan coba-coba merokok di dalam pesawat, karena tindakan Anda dapat membahayakan nyawa semua penumpang - termasuk Anda - selama penerbangan !!!



5. MENGAPA BAGASI SAYA HILANG? 
Hal yang paling umum terjadi - terutama di musim liburan - adalah bagasi sering hilang saat Anda melakukan perjalanan. Sangat mengesalkan sekali. Anda kemudian menyalahkan pihak maskapai penerbangan yang kerjanya tidak profesional, sehingga bagasi Anda hilang. Tetapi benarkah itu kesalahan Maskapai?

Tidak selalu.

Ada beberapa alasan mengapa bagasi Anda bisa hilang saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang  :

Pertama, bagasi Anda ditahan oleh Pihak Bandara karena diduga terdapat barang terlarang. Jika Anda merasa membawa barang terlarang (barang antik, uang berlebihan, obat-obatan terlarang, atau barang terlarang lainnya), segera lapor atau menanyakan bagasi Anda ke Petugas Bandara.

Kedua, bagasi Anda terdapat sisa stiker Penunjuk Bagasi dari penerbangan sebelumnya. Hal ini seringkali membingungkan Petugas Maskapai saat mengangkut bagasi Anda ke pesawat, sehingga bisa jadi bagasi Anda terangkut ke lokasi yang salah. Karena itu, selalu pastikan bagasi Anda bersih dari stiker atau Penunjuk Bagasi sebelum Anda memakainya untuk perjalanan Anda berikutnya.

Ketiga, ada kemungkinan bagasi Anda berada di ban berjalan yang salah saat Petugas Maskapai memindahkan bagasi dari pesawat ke dalam Bandara. Untuk hal ini, Anda coba cek ban berjalan dekat Anda. Siapa tahu, bagasi Anda ada di sana.

Keempat, kode barcode pada Stiker Penunjuk Bagasi tidak tercetak dengan baik, sehingga sistem komputer tidak dapat membacanya sehingga bagasi Anda tidak terbawa dalam pesawat. Guna mencegah hal ini terjadi, selalulah simpan identitas Anda (nama, alamat, dan telepon yang bisa dihubungi) di dalam bagasi. Jadi seandainya bagasi Anda tertinggal, Petugas Bandara dapat mengembalikan bagasi Anda.



6. MENGAPA PONSEL HARUS DIMATIKAN?
Meski kini kita sudah tahu kalau sinyal ponsel tidak akan mengganggu mesin dan sistem navigasi pesawat, tetapi Anda tetap saja diwajibkan untuk mematikan ponsel selama penerbangan berlangsung.

Mengapa?

Ini tidak lain karena sinyal ponsel akan menciptakan sinyal statik yang menyulitkan Pilot untuk mendengar instruksi dari Petugas Pengawas Bandara saat pesawat mengudara, selama terbang, maupun mendarat. Karena itu, demi keamanan bersama, tetaplah patuh pada instruksi Pilot dan Pramugari selama penerbangan.



7. KAPAN WAKTU TERBAIK MEMBELI TIKET PESAWAT? 
Banyak orang mengatakan kalau waktu terbaik untuk membeli tiket pesawat adalah membelinya jauh-jauh hari. Hal ini mungkin tepat untuk beberapa Maskapai, tetapi tidak sepenuhnya benar.

Mayoritas Maskapai Penerbangan di luar negeri ternyata selalu memberikan diskon dan harga khusus untuk para pelanggan setiap hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Tidak jelas apa alasannya, namun dari berbagai sumber yang saya dapatkan, tiket pesawat internasional selalu lebih murah di ketiga hari itu, tidak perduli apakah Anda membelinya untuk perjalanan minggu depan atau tahun depan.

Saya tidak tahu apakah hal ini juga berlaku untuk penerbangan domestik. Tetapi bisa Anda coba teliti...



8. SOPANLAH TERHADAP PRAMUGARA / PRAMUGARI
Percayalah, di mana pun berada, selama Anda bersikap sopan dan menghormati orang lain, banyak keuntungan yang akan Anda peroleh. Hal ini juga berlaku di pesawat terbang.

Selama penerbangan, seluruh kebutuhan Anda selama di pesawat akan dilayani oleh Pramugara / Pramugari. Meski demikian, mereka tetaplah manusia biasa yang bisa lelah dan capek, terutama jika harus melakukan penerbangan dengan waktu tempuh yang sangat panjang. Ditambah lagi jika ada penumpang yang berperilaku tidak menyenangkan (misalnya menggoda atau bertindak kurang ajar pada mereka), wajar jika kemudian mereka jadi naik pitam.

Ketika menyadari begitu lelahnya mereka bekerja, tidak ada salahnya kita bersikap sopan pada mereka. Ketika kita tidak puas dengan pelayanan mereka, katakan dengan baik. Atau jika kita butuh selimut, mintalah dengan sopan. Niscaya, mereka akan melayani Anda lebih baik dari yang Anda harapkan.

Ada kasus ketika seseorang penumpang Kelas Ekonomi yang mengatakan kepada Pramugari kalau dia tidak dapat tidur karena penumpang di sebelahnya ngorok. Karena menyampaikannya dengan baik, penumpang tersebut dipindahkan ke First Class dan menikmati semua fasilitas yang ada di kelas tersebut.

Ada juga kasus di mana seorang Penumpang Ekonomi menyampaikan makanan yang disajikan padanya kurang enak. Karena menyampaikannya dengan halus dan baik, sang penumpang justru mendapatkan "upgrade" berupa makanan dari First Class.



9.  TIDAK BOLEH KE TOILET SAAT PESAWAT MENGUDARA ATAU MENDARAT
Meski sudah menjadi aturan umum, namun masih tetap banyak orang yang penasaran, "Mengapa tidak boleh ke Toilet saat pesawat mengudara atau mendarat? Bagaimana kalau saya kebelet pipis?"

Alasan paling utama mengapa orang tidak boleh ke toilet pada waktu pesawat mengudara dan mendarat adalah karena adanya perubahan tekanan dan terjadinya goncangan yang cukup keras saat pesawat sedang naik atau turun. Ketika goncangan itu terjadi, seorang penumpang dapat terhempas dengan sangat keras sehingga membuatnya terluka. Itulah mengapa saat kondisi tersebut, siapapun yang ada di pesawat - termasuk Pramugari / Pramugara sekalipun - diwajibkan duduk di kursi mereka masing-masing dengan sabuk pengaman yang terkunci sempurna. Sabuk berguna untuk menahan tubuh agar tidak terangkat dan terlempar saat pesawat mengudara atau turun.

Sedangkan di Toilet tidak ada sabuk pengaman, sehingga potensi terluka cukup besar terjadi jika Anda berada di dalamnya saat pesawat mengudara atau mendarat. Karena itu, jika Anda kebelet pipis saat pesawat akan mengudara atau mendarat, tahan saja !! Toh waktu pesawat mengudara atau mendarat tidak akan lebih dari 5 menit ....



10.  APA FUNGSI SABUK PENGAMAN PESAWAT? 
Di setiap pesawat - entah lokal maupun internasional - sabuk pengaman merupakan salah satu benda yang sangat krusial bagi keselamatan Penumpang. Banyak Penumpang yang tidak terlalu perduli dengan sabuk pengaman, sehingga jarang ada yang mau memakainya langsung saat naik pesawat. Bahkan banyak diantara mereka yang sudah melepaskan sabuk padahal pesawat belum benar-benar berhenti.

Sabuk Pengaman dibuat sesuai dengan Standar Keselamatan Aviasi Internasional. Tujuannya sudah pasti : mencegah Penumpang terhempas saat pesawat tiba-tiba mengudara, berpindah haluan, mendarat, dan saat terjadi turbulensi.

Sebagai informasi : Menurut Catatan Statistik Aviasi Internasional, 80% kecelakaan pesawat justru terjadi saat pesawat akan mengudara maupun mendarat. Kecelakaan ini bisa terjadi karena kesalahan instruksi Menara Pengawas, malfungsi roda sehingga pesawat tergelincir, atau kelalaian Pilot sehingga mengakibatkan pesawatnya menghantam pesawat lain.

Itulah mengapa para Penumpang dihimbau untuk tidak melepaskan sabuk pengaman pada saat pesawat akan mengudara atau pesawat mendarat. Sabuk baru boleh dilepaskan jika pesawat sudah benar-benar berhenti saat mendarat.