Friday, September 5, 2014

10 Kata Makian Paling Populer di Dunia : Sejarah & Asal Usulnya

Artikel ini dibuat dengan tujuan membagikan pengetahuan dari sisi historis, bukan bertujuan mendoktrinasi, memprovokasi, maupun mendorong Pembaca untuk mempelajari kata-kata yang termuat dalam artikel ini. Kiranya konten dalam artikel ini bisa ditanggapi dengan bijaksana dan dewasa, tanpa perlu diperdebatkan apalagi dipermasalahkan.
 

Mungkin telinga Anda sudah sangat terbiasa mendengar kata-kata caci-maki yang biasa digunakan di film-film Hollywood. Kata seperti "motherf**ker", "Sh*t", "f*ck", dan sejenisnya, tidak saja menjadi kata-kata umum yang kita dengar dalam film, tapi juga sangat populer di negara kita ini. Tidak jarang kita pun sesekali mungkin pernah memakainya (hayooo... ngaku.... ^_^....).

Ternyata kata caci-maki tersebut ada sejarahnya. Berikut ini adalah sejarah lahirnya kata caci-maki yang populer di dunia ini.

1. FUCK
Kata ini sebenarnya sudah pernah saya ulas tuntas dalam artikel saya sebelumnya. Buat Anda yang pengen tahu, silakan klik copy dan paste link berikut ini di address bar komputer Anda : http://extreme-facts2.blogspot.com/2013/03/apa-sih-arti-kata-fuck.html


2. MOTHERFUCKER
Secara harafiah, kata ini berarti "orang yang gemar berhubungan badan dengan para ibu". Menurut Oxford English Dictionary, kata Motherfucker sudah dikenal sejak awal abad 19.  Kata ini ditengarai pertama kali muncul secara tertulis dalam Surat Pembelaan Sidang Levy Versus State di Pengadilan Texas pada tahun 1889. Dalam Surat Pembelaan tersebut saksi menyebutkan Terdakwa sebagai "God dammed Motherfucker Bastadly Son of A Bitch".

Tidak ada catatan resmi tentang siapa yang menciptakan dan menggunakan kata itu pertama kali. Namun berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, kata itu diduga digunakan oleh para budak kulit hitam kala itu untuk menyebutkan para pria kulit putih - yang menjadi Tuan mereka - dan senang memerkosa para wanita (ibu dari para anak-anak pria kulit hitam). Kata itu diajarkan kepada anak-anak yang lahir dari pemerkosaan itu untuk menyebut dan memanggil pria yang memerkosa ibu mereka tersebut.

Sebelum Perang Dunia Kedua, kata ini dicap sebagai kata yang sangat kasar dan sifatnya melecehkan. Setelah Perang Dunia Kedua, Motherfucker diartikan sebagai "sesuatu yang tidak menyenangkan, sulit, dan menganggu". Barulah pada tahun 1950an, kata Motherfucker akhirnya digunakan sebagai kata imbuhan untuk menyebutkan hal yang positif atau membesar-besarkan sesuatu. Misalnya, "I love him madly. He is my motherfucking man", yang menunjukkan penghargaan terhadap seseorang.


3. ASSHOLE
Secara harafiah, kata ini berarti "lubang pantat" atau "anus". Kata ini merupakan akar dari bahasa Jerman, yaitu "Arsaz" yang berarti "pantat" atau "anus". Kata ini diketahui pertama kali digunakan dalam literatur Inggris yang terbit pada tahun 1500, dan ditulis "arsehole" yang merupakan gabungan antara bahasa Inggris - Jerman. Kata tersebut digunakan untuk menyebutkan sebuah tempat terburuk dalam region (misalnya "the arsehole of the world"). Pengunaan "arsehole" terus digunakan hingga pada tahun 1945, dimana pada tahun itu, terbit sebuah buku berjudul Black Boy karya Richard Wright yang menggunakan kata "assholes" untuk pertama kalinya ("All these white folks dressed so fine. Their assholes smell just like mine...").

Di masa kini, kata tersebut digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan seseorang yang sangat bodoh, tidak menyenangkan, atau tidak kompeten. Di awal tahun 1990an, istilah "Asshole" sempat dicap sebagai kata paling vulgar dan kasar sehingga sempat dilarang digunakan dalam berbagai acara televisi. Namun pada tahun 1993, kata ini mulai bisa diterima dan digunakan untuk berbagai acara televisi. Acara televisi pertama yang menggunakan kata tersebut adalah serial televisi NYPD Blue (1993 - 2005). 


4. SHIT
Ini merupakan salah satu kata vulgar yang sangat populer dan banyak digunakan oleh banyak kalangan di dunia. Kata ini berasal dari bahasa Inggris Kuno, yaitu "Scite" (yang berarti "taik") dan "Scitte" (penyakit diare).

Pada zaman dulu, penggunaan kata Shit hanya untuk menyebutkan penyakit diare. Namun kini kata tersebut banyak digunakan untuk menyebutkan hal-hal yang tidak masuk akal, bodoh, hal yang tidak ada artinya, pembicaraan yang tidak ada gunanya, penjelasan yang tidak akurat, atau seseorang yang bodoh sekali. Kata ini pun sering dipakai sebagai ungkapan kejengkelan, kaget, marah, dan perasaan terganggu.

Kata "shit" banyak digunakan untuk ungkapan unik dan lucu :
To shoot the shit : percakapan yang tidak ada gunanya (ngalor ngidul).
Contoh : Come by my place some time. We can shoot the shit.

Deep shit : dalam masalah besar
Contoh : I just kill somebody. I am in deep shit, Man.

Hard shit  : sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan
Contoh : You got speeding ticket. Wow, Man. That's some hard shit.

Tough shit : berhentilah mengeluh
Contoh : Tough shit, Dude. You have to stop complaining and come with me.

Don't give a shit : tidak perduli.
Contoh : You're offended ? Well, I don't give a shit.

Ain't Shit : tidak ada artinya
Contoh : You ain't shit.

Full of shit  : orang yang banyak bohongnya
Contoh : I don't believe you. You are full of shit.


5. PISS
Kata ini aslinya merupakan kata dari bahasa Skotlandia "Pish", yang mana akar bahasanya dari bahas Latin (Pissare) dan Perancis (Pisser). Kata ini merupakan kata makian "paling halus" dan paling sering digunakan di banyak negara. Secara harafiah, kata ini berarti "buang air kecil". Namun dalam penggunaannya, Piss biasa digunakan untuk menjelaskan tentang kondisi seseorang yang marah. (His explanation is really piss me out. It really make me very upset!)

Berdasarkan catatan dalam The New Canting Dictionary of 1725, diketahui bahwa pada abad 17 - 18, saat para pria tidur, dan sedang kebelet ingin pipis, mereka paling malas untuk bangun dan buang air kecil ke kamar mandi. Karena itulah, di bagian kemaluan mereka dipasangi sejenis botol yang berfungsi untuk menadahi pipis mereka ketika sedang tidur. Namun ada saja kondisi di mana botol tersebut tidak terikat atau terbungkus dengan baik, sehingga air seni mereka tumpah memenuhi tubuh mereka. Jadi di pagi hari, saat terbangun, tubuh mereka telah banjir dengan air seni. Biasanya kalau sudah demikian, sang pria akan marah-marah dan mengamuk karena tubuhnya kotor oleh air seni. Dari cerita inilah, kemudian "Piss" digunakan untuk menggambarkan orang yang marah dan kesal karena suatu hal.


6. BASTARD
Kata ini biasanya digunakan oleh banyak orang untuk mengumpat atau memaki pria yang melakukan hal yang tidak berkenan, atau pria yang tidak disukai. Berdasarkan etimologinya, kata "Bastard" berasal dari bahasa Perancis "Bast" atau "Dils de Bast" yang berarti Anak Haram / Anak Jadah. Saat digunakan dalam bahasa Inggris, kata "Bast" berubah menjadi "Bastard" yang juga mengandung arti yang sama.

Menurut catatan sejarah, kata ini pertama kali digunakan pada tahun 1066, di mana pada masa itu hidup seorang penguasa Anglo Saxon bernama William The Bastard. William sendiri dikenal sebagai seorang penguasa yang memiliki orang tua yang tidak menikah.


7. BITCH : 
Kata ini sama artinya dengan Bastard. Awalnya digunakan untuk wanita. Namun belakangan, digunakan juga untuk menyebutkan pria. Kata ini diyakini diperkenalkan dan pertama kali digunakan pada tahun 1920 dalam buku Lars Porsena yang ditulis Robert Graves.

Di masa lalu, Bitch biasanya digunakan untuk memanggil anjing betina. Pada tahun 1980, kata itu baru mulai dipakai untuk menyebut "Wanita Jalang" atau "Pelacur". Orang pertama yang dipanggil "Bitch" adalah Joan Collins saat dia bermain di serial televisi Dallas (1980).  Di masa kini, "Bitch" tidak saja digunakan untuk menyebut "wanita jalang, murahan, dan tidak tahu diri", namun juga untuk menyebut pria, terutama jika sang pria adalah "pria peliharaan" seorang wanita atau pria.

Variasi lain dari penggunaan kata "Bitch" ini adalah "Son of A Bitch". Biasanya kata ini digunakan untuk mengekspresikan keterkejutan dan kekagetan. Kata itu juga digunakan untuk menyebutkan seorang pria yang dianggap menjengkelkan dan mengesalkan. (You better throw that Son of A Bitch out of the street again, before he makes another trouble again!)


8. CUNT
Secara harafiah, kata ini merupakan istilah untuk menyebut bagian kemaluan wanita (dekat vulva). Kata ini tergolong sangat kasar dan biasanya digunakan untuk menyebut wanita atau "seseorang yang tidak menyenangkan atau sangat bodoh".

Dilihat dari akarnya, kata ini berasal dari bahasa Jerman Kuno (Proto-Germanic) "Kunto" yang berarti "kemaluan wanita". Kata ini kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Inggris menjadi Cunt dengan arti yang sama.

Menurut Oxford English Dictionary, kata ini pertama kali digunakan pada tahun 1230 dan mengacu pada sebuah jalan di London bernama Gropecunt Lane. Pada masa itu, jalan tersebut merupakan pusat prostitusi dan merupakan jalan paling penting serta paling ramai di kota London pada masa itu. Kata "Cunt" sendiri merupakan kata umum yang sangat jamak digunakan banyak orang untuk menyebut "pelacur". Namun setelah abad 18, kata itu menjadi kata yang tabu dan dilarang penggunaannya.

Sejak tahun 1970, kata "Cunt" mulai digunakan secara luas dan menjadi istilah yang umum untuk memanggil "wanita" atau "orang bodoh".  Penggunaan kata ini sempat didemo oleh kaum feminis dan sempat muncul gerakan penolakan terhadap pengunaan kata "Cunt" dalam perbendaharaan kata Inggris.

Mulai tahun 1996, kata tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk menyebut "wanita", tetapi juga "pria". Penyebutan "pria" dengan istilah "Cunt" pertama kali digunakan dalam film Trainspotting (1996). Sejak itulah, "Cunt" kemudian digunakan untuk menyebut "pria" dan "wanita". Istilahnya sekarang mirip dengan penggunaan kata "Fuck" dan kadang-kadang digunakan sebagai ekspresi kemarahan dan frustrasi. (I have had a cunt of a day, atau This will be a cunt of a job to finish.)


9. TITS
Harafiahnya, Tits berarti "puting payudara". Kata ini pertama kali digunakan pada tahun 1928 dan - ironisnya - diperuntukkan untuk keperluan pendidikan (kata "Tits" memang sejak awal berarti "puting payudara" dan dianggap sebagai bahasa yang sopan) serta digunakan di sekolah untuk pelajaran Anatomi Tubuh Manusia.

Entah mengapa, di masa kini, kata tersebut justru dianggap sebagai istilah tabu dan banyak digunakan untuk mencaci-maki.


10.GOD DAMN
Istilah ini memiliki beberapa variasi : God Damnit, Goddamit, Dammit, Damned, dan Goddammed.

Menurut etimologi, kata "Damn" berasal dari bahasa Latin Klasik "Damnum" yang berarti "biaya, pengeluaran, penalti, atau denda". Kata ini digunakan dalam bahasa Roma "Damnare" yang berarti "pengumuman penghakiman".

Saat digunakan dalam bahasa Inggris pada abad 14, kata ini berubah menjadi "Damn"dan biasanya digunakan dalam bahasa keagamaan (religius) yang berarti "mengutuk" atau "mengutuki". 

Namun pada abad 19, tepatnya tahun 1939, kata ini"diperkenalkan" dan digunakan sebagai kata makian. Adalah film Gone with The Wind yang "memprovokasi" dan memulai tren penggunaan kata "Damn" (ingat kalimat legendaris yang diucapkan Rhett Buttler kepada Scarlett O'Hara dalam film tersebut, "Frankly My Dear, I don't give a damn.")

Kata itu kemudian ditambahi God di depannya, sehingga jadilah "God Damn" yang sangat populer hingga hari ini. Pada awal penggunaannya, istilah ini sempat dianggap sebagai kata penghujatan (karena arti harafiahnya "Terkutuklah Tuhan"). Namun seiring dengan berjalannya waktu, kata "God Damn" menjadi istilah umum yang kerap digunakan orang. Biasanya kata ini untuk mengungkatkan kekesalan, kekecewaan, atau kemarahan. (God damn it. Just talk to me!)

Kata "damn" sendiri biasanya digunakan sebagai penegasan suatu hal, misalnya "The weather is damn hot" atau "You are damn right". Bisa juga untuk bentuk keterkejutan atau surprise, seperti "Damn, he has a nice car!".

Karena ketatnya sensor dalam perfilman dan pertelevisian Amerika dan Inggris, kata ini biasanya sangat sulit untuk masuk dan digunakan dalam berbagai acara yang ditonton banyak orang. Untuk menyiasati hal tersebut (agar tulisan kata tersebut tetap muncul dalam media itu, kata ini disamarkan dengan penulisan "Darn" atau "Dang" yang memiliki irama dan penyebutan yang sama, namun beda penulisan.