Friday, March 7, 2014

Modus dan Trik Membobol ATM

Sejak sistem perbankan diperkenalkan oleh Keluarga Bardi dan Peruzzi asal Florence, Italia,  pada abad 14, kasus perampokan bank sudah marak terjadi. Karena itu, bank terus-menerus melakukan perbaikan pada sistem pengaman, sehingga dapat mencegah terjadinya perampokan tanpa harus mengorbankan kenyamanan para nasabah mereka dalam bertransaksi.

Dengan semakin meningkatnya sistem pengamanan, tidak berarti "semangat" membobol bank surut, namun justru berubah kiblatnya. Karena menyadari sulitnya menembus penjagaan bank yang semakin hari semakin sulit ditembus, maka para perampok mengubah haluan dengan merampok ATM (Automated Teller Machine).

Mesin ATM adalah mesin yang sudah sangat jamak dan lumrah. Lokasinya ada di mana pun untuk mempermudah para nasabah bertransaksi, baik mengambil tunai, menyetor tunai, melakukan transfer, atau melakukan pembayaran. Karena fungsinya seperti itu, sudah jelas kalau ATM adalah "mesin uang" yang menjadi incaran para perampok. Meski sudah dipasang pengaman, namun pengaman yang ditempatkan tidaklah semuanya sekuat pengamanan di bank. Dan inilah yang menjadi alasan mengapa perampokan ATM kini marak dilakukan perampok, dengan berbagai modus yang sama sekali tidak terduga dan terpikirkan sebelumnya oleh orang awam.

Berikut ini adalah modus dan trik membobol mesin ATM yang pernah dilakukan para perampok. Tulisan ini tidak bermaksud memprovokasi Anda untuk turut serta melakukan kejahatan ini. Namun memberikan pencerahan agar Anda lebih waspada terhadap tindak kejahatan yang terjadi. Memang yang diincar para perampok adalah uang di mesin ATM. Tetapi jika yang mereka gunakan adalah kartu atau nomer rekening Anda, bagaimana?


INTIP PIN
Modus pembobolan ATM paling "klasik" yang hingga hari ini masih dilakukan banyak orang adalah dengan cara Intip PIN. Inilah alasan mengapa di kiri-kanan ATM selalu disediakan kaca. Bukan agar orang belakang bisa melihat PIN kita, namun justru membantu kita lebih waspada dan melihat kalau-kalau di belakang ada orang yang mencoba mengintip PIN ATM kita.

Trik yang dilakukan pelaku cukup mudah. Biasanya tindak kejahatan ini dilakukan oleh beberapa orang. Orang pertama bertugas mengamati atau mengintip PIN korban. Orang kedua bertugas mengalihkan perhatian sang korban. Dan orang ketiga adalah eksekutor. Setelah orang pertama mengetahui PIN korban, orang kedua akan berusaha mengalihkan perhatian sang korban agar dia lengah. Pada saat itu, orang ketiga (biasanya berdiri di belakang korban), agar bergerak cepat mengambil kartu ATM sang korban yang masih menempel di mesin ATM. Aksi ini cukup marak terjadi di tahun 2013 silam. Pelakunya tidak saja orang Indonesia, tetapi orang asing pun banyak melakukan aksi seperti ini.


BOBOL ATM DENGAN MENYELIPKAN BARANG DI MULUT ATM
Trik yang paling lazim dilakukan para pelaku kejahatan di ATM adalah dengan cara ini : menyelipkan benda-benda kecil ke dalam lubang tempat memasukkan kartu atau mulut ATM. Bermacam-macam benda kecil dan sederhana ternyata bisa digunakan untuk menjalankan aksi mereka, mulai dari peniti, lidi, plastik, hingga minyak rambut pun ternyata bisa dimanfaatkan. Caranya sangat sederhana. Benda-benda tersebut diselipkan di dalam Mulut ATM. Tujuannya sederhana : Untuk membuat kartu ATM tersebut tertahan, seolah-olah tertelan. Pada saat sang korban panik karena kartunya "tertelan", saat itulah sang pelaku kejahatan bertindak.

Salah satu kasus anyar terjadi tahun 2013 silam, di mana seorang warga Langsa, Provinsi Aceh, bernama Tuskiadi melakukan aksi membobol ATM dengan menggunakan sebatang lidi.  Cara yang dilakukannya terbilang sedikit "rumit". Pada lubang ATM (biasanya yang terbuat dari plastik), Tuskiadi akan memasukkan lidi sepanjang 1 sentimeter ke bagian sisi lubang tempat kartu ATM, lalu memasukkan kartu ATM miliknya di lubang ATM tersebut. Selain itu, Tuskiadi menempelkan stiker Call Center yang sebenarnya adalah nomer telepon miliknya sendiri.

Ketika ada korban yang memasukkan kartu ATM, maka kartunya akan menyangkut di lubang. Biasanya korban akan menghubungi Call Center untuk minta bantuan. Pada saat itulah mereka akan menghubungi nomer Tuskiadi, dan dia akan meminta korbannya untuk memberitahukan nomer PIN. Setelah nomer PIN didapat, Tuskiadi hanya tingga menunggu korbannya meninggalkan ATM tersebut, lalu mengambil ATM korbannya dengan menggunakan pinset. Setelah itu, dia tinggal menguras habis isi rekening korbannya.

Setelah melakukan 9 kali aksinya, Tuskiadi akhirnya berhasil diciduk polisi tanggal 26 April 2013 silam.


BOBOL ATM DENGAN LAS
Aksi pembobolan ATM ini memang butuh kesabaran. Inilah yang terjadi tanggal 17 Februari 2014 silam di Bengkulu. Aksi ini dilakukan pelaku dengan cara mematikan CCTV yang terpasang di ruang ATM, kemudian mulai mengelas bagian penyimpanan uang pada mesin ATM. Seperti yang Anda ketahui, mesin ATM terbuat dari baja yang sangat tebal dan berat, sehingga untuk melakukan las pasti butuh waktu yang cukup lama. Meski sudah melakukan pengelasan, namun polisi menemukan kalau uang di dalam mesin ATM tersebut tidak diambil. Mungkin karena sudah kesiangan dan dinding ATM belum juga bisa tertembus las, sang pelaku meninggalkan mesin ATM tersebut begitu saja. Hingga hari ini polisi belum menemukan pelaku pengelasan mesin ATM tersebut.


PENGGANDAAN KARTU ATM
Sebuah teknik yang cukup mahal namun sangat efektif adalah penggunaan mesin pengganda kartu ATM yang dikenal juga dengan sebutan Mesin Skimmer. Mesin tersebut mirip dengan mulut mesin ATM. Pelaku biasanya menempelkan alat tersebut di depan mulut ATM. Saat korban memasukkan kartu ATM, saat itu pula Skimmer membaca data yang tersimpan di pita kode rahasia pada kartu ATM. Dengan begitu, pelaku telah mendapatkan semua data mengenai kartu ATM milik si korban. Setelah semua data terekam, pelaku hanya tinggal menduplikat kartu ATM milik sang korban, dan langsung mengeruk isi rekening sang korban.

Cara lain dilakukan oleh sindikat pembobol ATM asal Malaysia yang terbilang sangat profesional. Kejadiannya baru terjadi Februari 2014 silam. Sindikat ini beranggotakan 6 orang yang cukup telaten dalam mengamati para calon korbannya. Sebelum melakukan aksi, pelaku memasang kamera CCTV yang merekam para nasabah yang mengambil uang di ATM tersebut. CCTV merekam nomer PIN dan informasi transaksi yang dilakukan sang korban. Setelah semua data didapat, maka sindikat ini membuat kartu ATM palsu yang diisi kode rahasia dan nomer PIN ATM semua korban yang pernah bertransaksi di gerai ATM tersebut. Setelah uang korban dikuras, para pelaku biasanya menukarkan uang Rupiah yang mereka dapat ke dalam mata uang asing.

Keenam warga Malaysia pelaku kejahatan ini - Khor Chee Sean (26), Saw Hing Woo (27), Teh Chen Peng (24), Lee Chee Kheng (31), Ong Lung Win (24), dan Ooi Choo Aun (42) akhirnya berhasil ditahan Kepolisian Batam. Di tangan mereka, diperoleh barang bukti uang US$ 6,000, SGD $ 63,000, dan Rp 26 juta.


MATIKAN ALIRAN LISTRIK DI ATM
Sebuah teknik "perampokan" ATM yang terbilang cukup sederhana dan mengejutkan adalah teknik mencabut stop kontak ATM yang dilakukan oleh Rudi Hermawan (34), seorang warga Lampung yang tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo. Pria yang melakukan aksi dengan adiknya, Irfan Yuza (23), pada September 2013 silam.

Cara yan digunakannya cukup sederhana. Awalnya pelaku terlebih dulu menarik uang tunai dari rekening miliknya sendiri. Setelah melakukan penarikan tunai hingga batas maksimal, dia mengeluarkan ATM. Pada saat uang keluar, pelaku langsung mematikan aliran listrik mesin ATM. Selama ATM mati, uang tidak dicabut dari mesin. Setelah beberapa saat, listrik dinyalakan kembali. Pada kondisi normal, mesin akan menarik kembali uang yang sudah keluar dan saldo rekening tidak akan berkurang. Namun pelaku justru menahan uang masuk ke mesin, sehingga mesin langsung menutup tanpa disertai uang. Meski demikian, mesin akan "membaca" seolah-olah uang sudah "tertelan" kembali, dan saldo rekening pelaku tidak berkurang sedikitpun.

Selama beraksi selama setahun - sebelum akhirnya diciduk Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya - Rudi berhasil membobol uang hingga Rp 286 juta.


MEMBONGKAR BRANGKAS ATM
Modus ini cukup unik dan hanya dilakukan pada ATM dari bank tertentu saja. Para pelaku biasanya mengutak-atik kunci brangkas ATM menggunakan kunci lemari pakaian. Setelah brangkas terbuka, mereka mencari kartu ATM yang tertelan. Kartu tersebut bisa digunakan sebagai kartu kredit dan debit, sehingga tidak membutuhkan PIN.

Hal ini terjadi tahun 2013 silam, dan diungkap oleh Kepolisian sektor Metro Pasar Minggu, Jakarta, yang berhasil menangkap komplotan pembongkar brangkas ATM, yaitu Deri Siswanto, Bambang Azari, Reza Pradita, dan Danu.


Dengan informasi ini, diharapkan Anda lebih berwaspada saat bertransaksi di ATM. Beberapa tips agar Anda terlindungi dari jebakan para komplotan pembobol ATM :

1. Pilihlah ATM yang berlokasi di tempat yang ramai. Jika Anda mengambil uang di malam hari, pastikan di lokasi ATM tersebut ada Petugas Pengaman berjaga. 

2. Selalu rabalah mulut ATM sebelum Anda memasukkan kartu ATM Anda. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan kalau tidak ada benda-benda aneh yang sudah ditanam oknum tidak bertanggung jawab yang akan membuat kartu ATM Anda tertelan. 

3. Tutupilah tombol ATM saat Anda memasukkan nomer PIN. Hal ini akan mencegah orang melihat dan menghafal nomer PIN ATM Anda.

4. Selalulah menyimpan nomer telepon Call Center Bank di dalam ponsel Anda. Hal ini untuk berjaga-jaga, dan mencegah Anda tertipu stiker Call Center yang ditempel oleh komplotan pembobol ATM.

5. Jangan pernah memberitahu nomer ATM Anda kepada siapapun dengan alasan apapun, terutama saat kartu ATM Anda tertelan.

6. Dan Yang Terpenting : Jangan Panik !!!